Minggu, 21 Mei 2023

MEMBANGUN KESEJAHTERAAN MURID

Suasana Sarapan Murid (sumber pribadi)

Kesejahteraan murid adalah suatu kondisi di mana murid merasa aman, nyaman, dan memiliki kebutuhan fisik, emosional, dan sosial yang terpenuhi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan murid meliputi lingkungan belajar yang mendukung, dukungan sosial, kesehatan fisik dan mental, keamanan, serta kualitas pendidikan yang baik.

Berikut adalah beberapa aspek yang penting dalam menciptakan kesejahteraan murid:
  • Lingkungan belajar yang aman: Murid harus merasa aman di lingkungan sekolah mereka. Ini mencakup pencegahan intimidasi dan pelecehan, serta perlindungan terhadap kekerasan dan tindakan diskriminatif.
  • Kualitas pendidikan: Pendidikan yang berkualitas memainkan peran penting dalam kesejahteraan murid. Kurikulum yang relevan, metode pengajaran yang efektif, serta dukungan dan bimbingan yang memadai dapat membantu murid merasa termotivasi dan berhasil dalam pencapaian akademik mereka.
  • Dukungan sosial: Sistem pendidikan yang mendukung mencakup dukungan sosial dari guru, staf sekolah, dan teman sebaya. Adanya hubungan yang positif dan inklusif di antara semua anggota komunitas sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan murid.
  • Kesehatan fisik dan mental: Kesehatan yang baik berkontribusi pada kesejahteraan murid. Akses terhadap pemeriksaan kesehatan, asupan gizi yang seimbang, serta kegiatan fisik yang teratur dapat membantu menjaga kesehatan fisik. Selain itu, dukungan psikologis dan konseling yang tersedia di sekolah dapat membantu murid mengatasi masalah emosional dan mental yang mungkin mereka hadapi.
  • Keterlibatan orang tua: Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak mereka juga penting. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan akademik dan sosial murid dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
SMP Negeri 2 Pekutatan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berpihak pada murid sangat memperhatikan aspek tersebut. Mengingat sekolah yang menerapkan 5 (lima) hari kerja dalam sepekan tentu kepulangan murid hingga pukul 15.00. Jadi dalam membangun kualitas pendidikan yang baik tentu memperhatikan waktu-waktu istirahat pada jam sekolah. 

Sebelum jam pertama dimulai murid diberikan waktu selama 20 menit untuk melakukan sarapan. Hal ini juga diperuntukan kepada Ibu/Bapak guru. Kurun waktu tersebut murid menikmati sarapannya di lingkungan sekolah yang bersih. Sambil sarapan tak terelakan cerita-cerita sederhana mereka yang duduk bersama temannya. Suasana tersebut menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan. Selain itu pula aktivitas ini sangat berdampak pada proses pembelajaran berikutnya. Sarapan pagi tentu memberikan energi dan menjadikan murid lebih fokus serta siap dalam memulai aktivitas pembelajarn. 

Pada akhir jam pelajaran ke-3 yaitu pukul 10.00 murid kembali diberikan waktu beristirahat selama 20 menit. Kemudian pada akhir jam pelajaran ke-6 yaitu pukul 12.40 kembali murid diberikan waktu berisitirahat selama 40 menit. Ini menjadi istirahat terpanjang mengingat pada siang hari merupakan waktu krusial. Waktu istirahat ini benar-benar difungsikan untuk mengisi kekurangan dan refresh sejenak suasana setelah mengikuti rangkain proses pembelajaran sebelumnya. Cenderung murid lakukan aktivitas makan sambil santai di halaman sekolah. 

Penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan inklusif yang mengutamakan kesejahteraan murid. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut salah satunya kesehatan fisik dan mental dalam mengelola waktu istirahat, diharapkan murid dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar