Senin, 22 Mei 2023

DIGITALISASI DALAM PEMBELAJARAN IPA

Murid lakukan pengamatan makhluk hidup di lingkungan sekolah gunakan fitur liveworksheet

Mendengar sebuah laporan cenderung yang ada dibenak murid adalah kertas double polio. Terjadi selanjutnya adalah meja guru dipenuhi oleh tumpukkan kertas yang berisikan laporan-laporan murid tersebut. Situasi ini tentu kurang relevan dengan derasnya perkembangan teknologi dan informasi yang begitu masif. Hasil observasi dimana murid yang saya belajarkan hampir semua memiliki gaway yang tentu mahir mereka operasikan. Pada gaway murid terpasang aplikasi pada umumnya seperti sosial media dan games namun sangat minim ditemukan fitur yang mendukung mereka dalam proses belajar dan kreatif. Sesuai dengan kodrat anak dan kodrat zaman modal fisik ini mesti diberdayakan dalam wujudkan pembelajaran Merdeka Senang Kreatif (Mesra) belajar IPA.

Digitalisasi sekolah mengacu pada penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Hal ini melibatkan penggunaan perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur jaringan yang memungkinkan pengajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan efisien. Wujudkan Mesra Belajar IPA saya awali dengan membangun dialog sebagai fasilitasi murid dalam refleksi terhadap laporan yang sebelumnya mereka telah susun secara manual pada kertas double folio. Hasilnya adalah kurang menarik, tidak tahan lama, kotor, mudah lecek, dan kurang kreatif. Perbaikan yang perlu dilakukan adalah perlu tambahkan foto, isi desain biar menarik, buat dalam bentuk video dan buat dalam bentuk poster. Sehingga dari hasil refleksi tersebut saya bersama murid membangun sebuah kesepakatan digitalisasi dalam pembelajaran IPA. Selain gaway berfungsi dalam mencari sumber belajar juga sebagai sumber kreatif dan inovatif dalam pembelajaran IPA.

Tentu implementasinya diperlukan waktu dan komitmen bersama dalam pembelajaran yang sesuai dengan kodrat anak dan kodrat zaman. Saya fasilitasi murid dalam gunakan fitur seperti canva, google doc, google slide, live worksheet, google classroom, dan quizziz. Tutor sebaya juga saya libatkan sehingga murid yang kemampuannya lebih cepat dapat membantu temanya.

Selain itu aspek utama digitalisasi juga telah terpenuhi seperti infrastruktur teknologi yang memadai yaitu jaringan wifi di sekolah dan terlihat dari hasil obeservasi hampir semua murid miliki gaway yang canggih dan siap dipasang fitur-fitur perangkat lunak pendidikan. Google classroom memungkinkan adanya dalam situasi di mana kehadiran fisik terbatas atau tidak mungkin dilakukan, murid dan guru dapat terhubung melalui platform pembelajaran online untuk mengakses dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga media pembelajaran dan karya mereka dapat diakses secara real-time.
Aktivitas murid diskusi dengan sumber belajar dan media online


Digitalisasi dalam pembelajaran melibatkan pemanfaatan sumber belajar digital, seperti e-book, video pembelajaran, situs web pendidikan, dan sumber daya online lainnya. Ini memungkinkan akses yang lebih luas terhadap materi pembelajaran dan lebih menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid. Kemudian yang tidak kalah penting adalah digitalisasi pembelajaran dapat memfasilitasi kolaborasi antara murid dengan murid dan murid dengan guru, baik dalam kelas maupun di luar kelas. Misalnya, melalui forum diskusi online, dan dalam menyusun sebuah produk atau laporan dapat dilakukan secara bersama.

Murid kelas 7A, 7B, dan 7C yang saya belajarkan yaitu murid mulai terbiasa berdayakan gaway mereka dalam membuat produk atau laporan hasil belajar IPA. Strategi diferensiasi produk yang saya lakukan dalam menyajikan hasil pembelajaran memberikan murid tentukan ekspektasi terbaiknya dalam tumbuhkan nilai kreatif belajar IPA. Mereka senang dengan pembelajaran yang lebih interaktif seperi gunakan quizziz interaktif dalam kegiatan asesmen formatif dan lakukan pengamatan gunakan liveworksheet serta gunakan canva dalam menyajikan hasil belajarnya.

Manfaat dari digitalisasi pembelajaran termasuk peningkatan aksesibilitas, fleksibilitas, dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Namun, penting untuk memastikan bahwa semua murid memiliki akses yang setara ke teknologi, dan guru terus belajar serta berlatih baik melalui komunitas atau kegiatan relevan lainnya sehingga nantinya mampu memfasilitasi murid dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

Digitalisasi sekolah tidak hanya mengubah cara kita belajar dan mengajar, tetapi juga membuka peluang baru untuk inovasi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hasil lembar pengamatan murid melalui Liveworksheet
 
Laporan Praktik IPA Pemisahan Campuran Sederhana disusun melalui Canva oleh murid.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar