Selasa, 20 Juni 2023

ARTI VISI BAGI SATUAN PENDIDIKAN


Langkah awal dalam merancang Pendidikan yang berkualitas adalah dengan merumuskan visi, misi, dan tujuan satuan Pendidikan. Penyusunan visi, misi, dan tujuan satuan Pendidikan harus berpusat pada peserta didik. Arti visi bagi saya adalah merupakan sebuah mimpi dan target di masa depan yang mesti dicapai untuk perubahan yang lebih baik. Sehingga visi bukan hanya sekedar kalimat kekinian yang disusun di atas meja dalam waktu yang singkat dan hanya dilakukan oleh pimpinan atau beberapa orang dari sebuah instansi saja. Jika visi dalam satuan Pendidikan tentu merupakan cita-cita bersama dari warga sekolah yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga sekolah seperti, guru, murid, dan orang tua murid.

Visi sekolah dapat bervariasi tergantung pada filosofi, nilai-nilai, dan fokus pendidikan yang diadopsi oleh sekolah tersebut. Berikut adalah beberapa contoh impian sekolah yang umum dan sebagai pemantik dalam menentukan cita-cita bersama:
  • Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berpusat pada siswa, di mana setiap individu dihargai dan didorong untuk mencapai potensi maksimalnya.
  • Menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang mempersiapkan siswa untuk sukses di era global yang terus berubah.
  • Membangun karakter siswa yang baik melalui pendidikan moral, etika, dan nilai-nilai positif.
  • Menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, dan pemikiran kritis dalam proses belajar siswa.
  • Menyediakan lingkungan yang aman, menyenangkan, dan mendukung bagi siswa agar merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar.
  • Menekankan kolaborasi, kerjasama tim, dan keterampilan sosial untuk mempersiapkan siswa menjadi warga yang berkontribusi dalam masyarakat.
  • Memperluas kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka melalui program ekstrakurikuler yang beragam.
  • Mempersiapkan siswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Berikut adalah contoh pertanyaan yang dapat digunakan untuk menggali informasi serta masukan dari warga sekolah dalam merancang sebuah visi.

Survei pada murid

Apa kebutuhan yang ingin dipenuhi di Satuan Pendidikan?
Sekolah seperti apa yang kamu inginkan?
Hal apa yang paling ingin didapat di satuan Pendidikan?
Apa yang paling penting bagi kamu di satuan Pendidikan?

Survei pada orang tua murid

Mengapa memilih satuan Pendidikan ini?
Apa harapannya terhadap satuan Pendidikan?
Pribadi murid seperti apa yang diharapkan?
Apa hal penting yang perlu dipelajari di sekolah?

Survei pada GTK

Mengapa memilih profesi sebagai pendidik/bekerja di satuan pendidikan? Apa yang ingin dicapai?
Apa harapan bagi pelajar yang ada di satuan Pendidikan ini? Jika mereka keluar atau sudah lulus ingin mereka jadi individu seperti apa?
Apa nilai-nilai yang anda percayai? Bagaimana menanamkan itu pada pelajar? Apa perubahan diri yang diharapkan terjadi? 

Informasi yang didapat melalui survei di atas akan dianalisis kembali oleh pimpinan dan tim pengembang sehingga dapat melahirkan visi sebagai cita-cita Bersama sebagai gambaran masa depan yang tetap berpusat pada murid. Selanjutnya mampu memberikan arahan atau panduan dan memotivasi dengan mengkemasnya secara realistis, kredibel, dan atraktif. Sehingga mudah dipahami oleh warga sekolah, relatif singkat jelas, dan berfokus pada mutu.

Harap dicatat bahwa visi satuan Pendidikan dapat bervariasi tergantung pada tingkat pendidikan (misalnya, sekolah dasar, sekolah menengah, atau perguruan tinggi), karakteristik satuan pendidikan serta konteks sosial dan budaya di mana sekolah berada. Setiap sekolah memiliki visi dan misi sendiri yang mereka tuju untuk mencapai keunggulan pendidikan. Seperti apapun visinya jika didasari atas kebersamaan tentu akan menjadi visi yang hebat dan dapat menghantarkan sekolah pada Pendidikan yang berkualitas.

Jumat, 09 Juni 2023

SPENDUTAN AWARDS

Penyerahan Spendutan Awards oleh Kepala Sekolah

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sekolah merupakan salah satu tempat untuk memperoleh pendidikan. Di dalam sekolah tidak hanya diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan, namun seorang pendidik atau guru memiliki peran untuk menjadikan siswanya berkepribadian yang baik, sopan santun serta berguna bagi agama dan bangsanya. Pendidikan adalah sebuah proses dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran sehingga memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan untuk dijadikan dasar perubahan tingkah lakunya. Seorang guru dituntut untuk menciptakan suatu proses merdeka belajar yang berpihak dan berorientasi kepada peserta didik.

Tugas seorang guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, namun juga menjadikan siswanya berkepribadian yang baik dan kompetensi sosial emosional. Khususnya menumbuhkan disiplin positif dalam belajar. Ketika kegiatan pembelajaran berlangsung sering terlihat beberapa sikap peserta didik yang menunjukkan ketidakdisiplinan dalam belajar sehingga menyebabkan suasana belajar mengajar tidak kondusif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara beberapa guru mata pelajaran dan wali kelas, masih terdapat beberapa peserta didik yang menunjukkan sikap ketidakdisiplinan dalam belajar misalnya datang terlambat, tidak memakai seragam yang lengkap, tidak mengerjakan tugas, suka mengganggu temannya yang sedang memperhatikan penjelasan guru, dan lain sebagainya.

Nilai-nilai kedisiplinan perlu dibangun dan dikembangkan sejak dini. Hal ini merupakan salah satu tugas bagi seorang guru untuk menanamkan disiplin positif pada diri peserta didik. Karena seorang guru memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap peserta didik. Guru merupakan seorang pemimpin yang menjadi panutan. Sikap disiplin sangatlah penting untuk menjadikan peserta didik lebih terarah dalam menjalani kehidupannya. Selain itu sikap disiplin peserta didik dalam belajar juga akan menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang sudah direncanakan oleh guru sehingga tujuan pembelajaran akan mudah tercapai.

Penerapan penghargaan untuk Meningkatkan Sikap Disiplin Anak dalam Belajar Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini; Vol. 02 No.01,2021 DOI: 10.19105/kiddo.v2i1.3611 17. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan suatu metode yang tepat dalam pembelajaran yaitu salah satunya dengan menerapkan sistem reward. Metode yang tepat dalam pembelajaran akan menjadikan siswa disiplin dalam belajar sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif dan efisien serta menyenangkan.

Reward merupakan salah satu cara guru dalam mengapresiasi siswa atas perbuatannya yang patut dipuji. Sedangkan menurut Nugroho, reward adalah ganjaran, penghargaan atau imbalan yang bertujuan agar seseorang menjadi lebih giat usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja yang telah dicapai (Rosyid, Abdullah, 2018:8-9). Reward yang diberikan dapat berupa apa saja, tergantung dari prestasi yang dicapai. Secara garis besar dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu pujian, penghormatan, hadiah dan tanda penghormatan. Adapun wujud dari reward adalah dapat berupa: (1) kata-kata pendek, tetapi penuh semangat. Pujian-pujian harus disesuaikan dengan umur anak dan janganlah berjanji sesuatu pada anak. (2) tanda-tanda, berupa mimic/pantomim. (3) benda-benda, hanya kadang-kadang saja dan jangan menjadi kebiasaan. (4) angka-angka (nilai) yang dilaksanakan secara pedagogis (Pettasolong, 2017:43-44).

Berdasarkan uraian di atas, dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan, maka diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan sikap disiplin positif peserta didik khususnya dalam belajar. Oleh karena itu SMP Negeri 2 Pekutatan memberikan penghargaan “Spendutan Awards."

Dalam lingkup pendidikan istilah reward (hadiah) merupakan suatu metode yang bertujuan ingin mengubah tingkah laku peserta didik. Spendutan Awards adalah salah satu bentuk strategi satuan pendidikan dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru untuk peserta didik sebagai suatu pendorong, penyemangat dan motivasi agar peserta didik lebih meningkatkan sikap disiplinnya dalam belajar sehingga akan menghasilkan prestasi hasil belajar yang sesuai dengan harapan. Reward mempunyai banyak tujuan dalam pembelajaran, tetapi yang penting untuk memperkuat perilaku yang tepat dan memberi umpan balik kepada peserta didik yang telah melakukan dengan benar. Dalam memberikan reward, seorang pendidik harus menyesuaikan dengan perbuatan-perbuatan peserta didik dan jangan sampai menebalkan sifat materialis pada anak didik, kemudian pendidik juga harus menghilangkan anggapan anak didik terhadap upah atau balas jasa atas perbuatan yang dilakukan.

Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Pekutatan. Bagi yang memperoleh penghargaan tentu peserta didik dengan memenuhi syarat dan layak dalam memperoleh sebuah penghargaan selama mengikuti serangkaian proses pembelajaran di sekolah. Segala bentuk prestasi yang diperoleh peserta didik akan didokumentasikan oleh wali kelasnya. Selanjutnya akan disampaikan melalui forum rapat dewan guru dalam memastikan penerimaan Spendutan Awards. Secara umum kegiatan Spendutan Awards ini akan diselenggarakan dalam rangka Resepsi HUT SMP Negeri 2 Pekutatan.
Penyerahan Spendutan Awards oleh Pengawas Pembina

Reward tidak hanya memperhatikan kepada peserta didik yang unggul dalam bidang akademik saja, tetapi reward juga memperhatikan kepada siswa berdasarkan capaian-capaian non-akademik. Dari beberapa macam reward yang ada, dalam penerapannya guru dapat memilih bentuk macam-macam yang sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. Di SMP Negeri 2 Pekutatan ini reward yang diberikan ada 3 macam, yaitu ucapan, tepuk tangan dan dalam bentuk point. Reward jenis point ini diterapkan di semua kelas di SMP Negeri 2 Pekutatan. Jadi setiap guru memiliki aplikasi penilaian kepribadian siswa. Untuk akumulasi point yang didapatkan peserta didik dilakukan di akhir tahun pelajaran. Untuk siswa yang mendapatkan akumulasi point yang berhak mendapatkan penghargaan akan ditentukan melalui rapat dewan guru yang selanjutnya akan mendapatkan piagam penghargaan serta souvenir dari sekolah.

Peserta didik dalam memperoleh Spendutan Awards dibagi dalam tiga predikat diantaranya predikat dengan pujian adalah Ni Putu Ayu Puspita Dewi, Ceacilia Exultasia Carrini, Ni Komang Pebriyanti, predikat sangat memuaskan adalah Ni Kadek Sintya Ramadhani Lestari, Ni Made Sindy Astiti Dewi, dan predikat memuaskan adalah Ni Luh Putu Ary Marshelia Dhamayanti, Ni Made Dwi Lidya Paramita, dan Ni Putu Fenita Ari Cristina.

Kegiatan Spendutan Awards merupakan wujud nyata perhatiaan satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan disiplin positif peserta didik dalam proses belajarnya. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Pekutatan memberikan apresiasi terhadap peserta didik terhadap hasil belajar yang telah mereka peroleh secara akademik maupun non akademik. Sehingga peserta didik senantiasa mampu terus berupaya meningkatkan prestasinya dan memaksimalkan kompetensi serta potensinya.

Sabtu, 27 Mei 2023

MEMAHAMI CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) DALAM IKM


Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang mesti dicapai murid pada setiap fase perkembangan mulai dari fase fondasi bagi PAUD kemudian fase A hingga fase F. Peting bagi setiap guru untuk memahami dari CP tersebut sehingga dapat memfasilitasi murid untuk mencapainya dengan efektif. Prinsip CP disusun berdasarkan pendekatan kontruktivisme dengan membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata dan kontekstual. Konsep "memahami" pada CP dalam kontruktivisme adalah proses membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata. Sehingga jika mengacu pada teori kontruktivisme, kompetensi memahami ada pada level tertinggi. Berbeda pada taksonomi Bloom bahwa memahami terdapat pada level 2 atau C2. 

Berikut adalah 6 aspek pemahaman (Wiggins dan Tighe, 2005) merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP dan semua aspek tersebut tidak harus hirarkis.

1. Pengenalan Diri 

Pengenalan diri melibatkan pemahaman diri murid tentang pengetahuan, keterampilan, kekuatan, dan kelemahan mereka. Ini mencakup kesadaran akan cara mereka belajar dan proses kognitif yang mereka gunakan. Dengan memahami diri mereka sendiri, murid dapat mengoptimalkan strategi belajar yang sesuai dan mengembangkan keterampilan metakognitif.

2. Interpretasi

Aspek interpretasi berhubungan dengan kemampuan murid untuk memahami, menganalisis, dan memberikan makna pada informasi yang diterima. Ini melibatkan kemampuan murid untuk memproses informasi, menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya, dan membuat pemahaman yang kohesif dalam bentuk sebuah karya atau gagasan baru.

3. Penjelasan

Aspek penjelasan melibatkan kemampuan murid untuk mengkomunikasikan pemahaman mereka dengan jelas dan terstruktur. Murid harus mampu mengungkapkan ide, argumen, dan konsep secara verbal atau tertulis kepada orang lain. Penjelasan yang baik mencerminkan pemahaman yang mendalam dan kemampuan murid untuk mengorganisir dan mengkomunikasikan pengetahuan mereka.

4. Empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perspektif, perasaan, atau pengalaman orang lain. Dalam konteks pemahaman, ini mencakup kemampuan murid untuk melihat dari sudut pandang orang lain, memahami pemikiran mereka, dan menghubungkannya dengan pemahaman mereka sendiri. Kemampuan untuk berempati memungkinkan murid untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan menerima sudut pandang yang berbeda.

5. Aplikasi

Aspek aplikasi melibatkan kemampuan murid untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman mereka dalam konteks praktis atau situasi kehidupan nyata. Murid harus mampu menghubungkan pengetahuan teoritis dengan situasi konkret, mengidentifikasi masalah, dan mencari solusi yang tepat.

6. Perspektif

Aspek perspektif melibatkan pengakuan dan penghormatan terhadap keragaman pandangan dan sudut pandang. Murid harus mampu melihat topik atau masalah dari berbagai perspektif, termasuk sosial, budaya, atau historis. Kemampuan untuk menghargai dan mempertimbangkan berbagai perspektif memperkaya pemahaman murid dan membantu mereka membangun pengetahuan yang lebih holistik.

Keenam aspek ini saling terkait dan saling memperkuat dalam proses pemahaman murid. Menerapkan aspek-aspek ini dalam pembelajaran dapat membantu murid mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan komprehensif.

Berikut adalah contoh melalui pemaknaan sendiri pada bentuk pemahaman salah satu CP mata pelajaran IPA pada fase D berdasarkan 6 aspek pemahaman. Tentu pemaknaan ini perlu umpan balik dari berbagai pihak sehingga menjadi pemahaman dan pemaknaan yang lebih relevan. Sehingga hasil pemahaman ini dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun tujuan-tujuan pembelajaran di kelas.

"Peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati".

Pengenalan diri

Melalui inkuiri dengan rasa ingin tahu pada murid dengan mengamati karakteristik makhluk hidup yang ada pada diri sendiri atau manusia

Interpretasi

Melakukan pengamatan, peserta didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan dan perbedaannya dalam bentuk tabel, kuci dikotom, dan kunci determinasi

Penjelasan

Menjelaskan tentang karakteristik makhluk hidup dan benda serta menjelaskan tujuan dari klasifikasi

Aplikasi

Melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda yang di sekitarnya sesuai dengan persamaan atau perbedaan. (Seperti pengelompokan tanaman hias dengan toga di kebun kelas dan klasfikasi alat kebersihan di kelasnya)

Perspektif

Dapat melakukan pengelompokkan atau klasifikasi dengan berbagai karakteristik yang diamati

Empati

Memahami karakteristik yang berbeda yang ditemukan oleh teman lain saat proses pengamatan makhluk hidup dan benda bersama kelompok



Senin, 22 Mei 2023

DIGITALISASI DALAM PEMBELAJARAN IPA

Murid lakukan pengamatan makhluk hidup di lingkungan sekolah gunakan fitur liveworksheet

Mendengar sebuah laporan cenderung yang ada dibenak murid adalah kertas double polio. Terjadi selanjutnya adalah meja guru dipenuhi oleh tumpukkan kertas yang berisikan laporan-laporan murid tersebut. Situasi ini tentu kurang relevan dengan derasnya perkembangan teknologi dan informasi yang begitu masif. Hasil observasi dimana murid yang saya belajarkan hampir semua memiliki gaway yang tentu mahir mereka operasikan. Pada gaway murid terpasang aplikasi pada umumnya seperti sosial media dan games namun sangat minim ditemukan fitur yang mendukung mereka dalam proses belajar dan kreatif. Sesuai dengan kodrat anak dan kodrat zaman modal fisik ini mesti diberdayakan dalam wujudkan pembelajaran Merdeka Senang Kreatif (Mesra) belajar IPA.

Digitalisasi sekolah mengacu pada penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Hal ini melibatkan penggunaan perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur jaringan yang memungkinkan pengajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan efisien. Wujudkan Mesra Belajar IPA saya awali dengan membangun dialog sebagai fasilitasi murid dalam refleksi terhadap laporan yang sebelumnya mereka telah susun secara manual pada kertas double folio. Hasilnya adalah kurang menarik, tidak tahan lama, kotor, mudah lecek, dan kurang kreatif. Perbaikan yang perlu dilakukan adalah perlu tambahkan foto, isi desain biar menarik, buat dalam bentuk video dan buat dalam bentuk poster. Sehingga dari hasil refleksi tersebut saya bersama murid membangun sebuah kesepakatan digitalisasi dalam pembelajaran IPA. Selain gaway berfungsi dalam mencari sumber belajar juga sebagai sumber kreatif dan inovatif dalam pembelajaran IPA.

Tentu implementasinya diperlukan waktu dan komitmen bersama dalam pembelajaran yang sesuai dengan kodrat anak dan kodrat zaman. Saya fasilitasi murid dalam gunakan fitur seperti canva, google doc, google slide, live worksheet, google classroom, dan quizziz. Tutor sebaya juga saya libatkan sehingga murid yang kemampuannya lebih cepat dapat membantu temanya.

Selain itu aspek utama digitalisasi juga telah terpenuhi seperti infrastruktur teknologi yang memadai yaitu jaringan wifi di sekolah dan terlihat dari hasil obeservasi hampir semua murid miliki gaway yang canggih dan siap dipasang fitur-fitur perangkat lunak pendidikan. Google classroom memungkinkan adanya dalam situasi di mana kehadiran fisik terbatas atau tidak mungkin dilakukan, murid dan guru dapat terhubung melalui platform pembelajaran online untuk mengakses dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga media pembelajaran dan karya mereka dapat diakses secara real-time.
Aktivitas murid diskusi dengan sumber belajar dan media online


Digitalisasi dalam pembelajaran melibatkan pemanfaatan sumber belajar digital, seperti e-book, video pembelajaran, situs web pendidikan, dan sumber daya online lainnya. Ini memungkinkan akses yang lebih luas terhadap materi pembelajaran dan lebih menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid. Kemudian yang tidak kalah penting adalah digitalisasi pembelajaran dapat memfasilitasi kolaborasi antara murid dengan murid dan murid dengan guru, baik dalam kelas maupun di luar kelas. Misalnya, melalui forum diskusi online, dan dalam menyusun sebuah produk atau laporan dapat dilakukan secara bersama.

Murid kelas 7A, 7B, dan 7C yang saya belajarkan yaitu murid mulai terbiasa berdayakan gaway mereka dalam membuat produk atau laporan hasil belajar IPA. Strategi diferensiasi produk yang saya lakukan dalam menyajikan hasil pembelajaran memberikan murid tentukan ekspektasi terbaiknya dalam tumbuhkan nilai kreatif belajar IPA. Mereka senang dengan pembelajaran yang lebih interaktif seperi gunakan quizziz interaktif dalam kegiatan asesmen formatif dan lakukan pengamatan gunakan liveworksheet serta gunakan canva dalam menyajikan hasil belajarnya.

Manfaat dari digitalisasi pembelajaran termasuk peningkatan aksesibilitas, fleksibilitas, dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Namun, penting untuk memastikan bahwa semua murid memiliki akses yang setara ke teknologi, dan guru terus belajar serta berlatih baik melalui komunitas atau kegiatan relevan lainnya sehingga nantinya mampu memfasilitasi murid dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

Digitalisasi sekolah tidak hanya mengubah cara kita belajar dan mengajar, tetapi juga membuka peluang baru untuk inovasi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hasil lembar pengamatan murid melalui Liveworksheet
 
Laporan Praktik IPA Pemisahan Campuran Sederhana disusun melalui Canva oleh murid.


Minggu, 21 Mei 2023

MEMBANGUN KESEJAHTERAAN MURID

Suasana Sarapan Murid (sumber pribadi)

Kesejahteraan murid adalah suatu kondisi di mana murid merasa aman, nyaman, dan memiliki kebutuhan fisik, emosional, dan sosial yang terpenuhi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan murid meliputi lingkungan belajar yang mendukung, dukungan sosial, kesehatan fisik dan mental, keamanan, serta kualitas pendidikan yang baik.

Berikut adalah beberapa aspek yang penting dalam menciptakan kesejahteraan murid:
  • Lingkungan belajar yang aman: Murid harus merasa aman di lingkungan sekolah mereka. Ini mencakup pencegahan intimidasi dan pelecehan, serta perlindungan terhadap kekerasan dan tindakan diskriminatif.
  • Kualitas pendidikan: Pendidikan yang berkualitas memainkan peran penting dalam kesejahteraan murid. Kurikulum yang relevan, metode pengajaran yang efektif, serta dukungan dan bimbingan yang memadai dapat membantu murid merasa termotivasi dan berhasil dalam pencapaian akademik mereka.
  • Dukungan sosial: Sistem pendidikan yang mendukung mencakup dukungan sosial dari guru, staf sekolah, dan teman sebaya. Adanya hubungan yang positif dan inklusif di antara semua anggota komunitas sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan murid.
  • Kesehatan fisik dan mental: Kesehatan yang baik berkontribusi pada kesejahteraan murid. Akses terhadap pemeriksaan kesehatan, asupan gizi yang seimbang, serta kegiatan fisik yang teratur dapat membantu menjaga kesehatan fisik. Selain itu, dukungan psikologis dan konseling yang tersedia di sekolah dapat membantu murid mengatasi masalah emosional dan mental yang mungkin mereka hadapi.
  • Keterlibatan orang tua: Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak mereka juga penting. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan akademik dan sosial murid dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
SMP Negeri 2 Pekutatan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berpihak pada murid sangat memperhatikan aspek tersebut. Mengingat sekolah yang menerapkan 5 (lima) hari kerja dalam sepekan tentu kepulangan murid hingga pukul 15.00. Jadi dalam membangun kualitas pendidikan yang baik tentu memperhatikan waktu-waktu istirahat pada jam sekolah. 

Sebelum jam pertama dimulai murid diberikan waktu selama 20 menit untuk melakukan sarapan. Hal ini juga diperuntukan kepada Ibu/Bapak guru. Kurun waktu tersebut murid menikmati sarapannya di lingkungan sekolah yang bersih. Sambil sarapan tak terelakan cerita-cerita sederhana mereka yang duduk bersama temannya. Suasana tersebut menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan. Selain itu pula aktivitas ini sangat berdampak pada proses pembelajaran berikutnya. Sarapan pagi tentu memberikan energi dan menjadikan murid lebih fokus serta siap dalam memulai aktivitas pembelajarn. 

Pada akhir jam pelajaran ke-3 yaitu pukul 10.00 murid kembali diberikan waktu beristirahat selama 20 menit. Kemudian pada akhir jam pelajaran ke-6 yaitu pukul 12.40 kembali murid diberikan waktu berisitirahat selama 40 menit. Ini menjadi istirahat terpanjang mengingat pada siang hari merupakan waktu krusial. Waktu istirahat ini benar-benar difungsikan untuk mengisi kekurangan dan refresh sejenak suasana setelah mengikuti rangkain proses pembelajaran sebelumnya. Cenderung murid lakukan aktivitas makan sambil santai di halaman sekolah. 

Penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan inklusif yang mengutamakan kesejahteraan murid. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut salah satunya kesehatan fisik dan mental dalam mengelola waktu istirahat, diharapkan murid dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara keseluruhan.

Minggu, 14 Mei 2023

KISI-KISI SOAL SUMATIF


Kisi-kisi soal sumatif umumnya mencakup hal-hal berikut:

  1. Indikator pencapaian kompetensi: Kisi-kisi soal sumatif akan menjabarkan indikator pencapaian kompetensi dalam bentuk indikator soal yang berkaitan dengan setiap tujuan pembelajaran.
  2. Materi sesuai soal: Kisi-kisi sumatif memuat materi spesifik yang sesuai dengan indikator soal.
  3. Jumlah soal: Kisi-kisi soal sumatif dapat memberikan informasi tentang berapa banyak soal yang akan diberikan pada tes.
  4. Tingkat kesulitan: Kisi-kisi soal sumatif dapat memberikan informasi tentang tingkat kesulitan soal-soal yang akan diberikan pada tes.
  5. Format soal: Kisi-kisi soal sumatif juga akan memberikan informasi tentang jenis-jenis soal yang akan diberikan pada tes, seperti pilihan ganda, pilihan majemuk, isian singkat, uraian, atau kombinasi dari beberapa jenis soal.
  6. Kriteria penilaian: Kisi-kisi soal sumatif akan menyebutkan kriteria penilaian yang akan digunakan untuk menilai jawaban siswa pada setiap jenis soal atau setiap kompetensi yang diujikan pada tes.
  7. Durasi tes: Kisi-kisi soal sumatif dapat memberikan informasi tentang durasi tes atau waktu yang diberikan kepada siswa untuk mengerjakan tes.
  8. Instruksi khusus: Kisi-kisi soal sumatif juga dapat menyertakan instruksi khusus yang perlu diperhatikan oleh murid dalam mengikuti tes. Misalnya, apakah penggunaan kalkulator diperbolehkan atau tidak, atau apakah ada peraturan khusus tentang cara menjawab soal uraian. 

Kisi-Kisi Sumatif IPA 7 Genap Tahun Ajaran 2022-2023

NO. SOAL

INDIKATOR SOAL

MATERI

LEVEL KOGNITIF

BENTUK SOAL

1

Disajikan tabel pengamatan makhluk hidup dan benda tak hidup, peserta didik dapat membedakan makhluk hidup dan benda tak hidup

Karakteristik Makhluk Hidup

LOT

Pilihan Ganda

2

Disajikan tabel pengamatan makhluk hidup dan benda tak hidup, peserta didik dapat menjelaskan karakteristik makhluk hidup

Karakteristik Makhluk Hidup

LOT

Pilihan Majemuk

3

Disajikan narasi tentang keragaman makhluk hidup, peserta didik dapat menjelaskan tujuan klasifikasi makhluk hidup

Tujuan Klasifikasi Makhluk

MOT

Pilihan Ganda

4

Disajikan gambar makhluk hidup, peserta didik dapat menentukan klasifikasi berdasarkan karakteristik yang diamati

Pengelompokan Makhluk Hidup

MOT

Pilihan Ganda

5

Disajikan gambar makhluk hidup, peserta didik dapat menentukan klasifikasi berdasarkan karakteristik yang diamati

Pengelompokkan Makhluk Hidup

MOT

Pilihan Majemuk

6

Disajikan karakteristik tumbuhan monokotil, peserta didik dapat mengelompokkan jenis tumbuhan disekitar yang sesuai dengan karakteristik tersebut

Pengelompokkan Makhluk Hidup Tumbuhan

HOT

Pilihan Ganda

7

Disajikan kunci dikotom, peserta didik dapat menyajikan hasil pengelompokkan dalam bentuk kunci determinasi

Kunci Determinasi

HOT

Pilihan Majemuk

8

Disajikan kunci dikotom, peserta didik dapat menyajikan hasil pengelompokkan dalam bentuk kunci determinasi dari salah satu tumbuhan

Kunci Determinasi

HOT

Pilihan Ganda

9

Disajikan kunci dikotom, peserta didik dapat menyajikan hasil pengelompokkan dalam bentuk kunci determinasi dari salah satu hewan

Kunci Determinasi

HOT

Pilihan Ganda

10

Disajikan kunci dikotom, peserta didik dapat menyajikan hasil pengelompokkan dalam bentuk kunci determinasi dari salah satu hewan

Kunci Determinasi

HOT

Pilihan Ganda

11

Peserta didik dapat mengidentifikasi atom sebagai unit terkecil penyusun zat

Atom

LOT

Pilihan Ganda

12

Peserta didik dapat mengidentifikasi atom sebagai unit terkecil penyusun zat

Atom

LOT

Pilihan Majemuk

13

Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur sebagai unit terkecil penyusun zat

Unsur

LOT

Pilihan Majemuk

14

Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh unsur dalam kehidupan sehari-hari

Unsur

MOT

Pilihan Ganda

15

Peserta didik dapat mengidentifikasi senyawa sebagai unit terkecil penyusun zat

Senyawa

LOT

Pilihan Majemuk

16

Disajikan gambar berbagai zat, peserta didik dapat meyebutkan contoh senyawa

Senyawa

MOT

Pilihan Majemuk

17

Peserta didik dapat menjelaskan jenis campuran

Campuran

LOT

Pilihan Ganda

18

Disajikan gambar campuran, peserta didik dapat menentukan jenis campuran yang sesuai dengan gambar

Campuran

MOT

Pilihan Ganda

19

Peserta didik dapat menyebutkan metode pemisahan yang dilakukan dalam proses pembuatan VCO

Praktik Metode Pemihasan Campuran

LOT

Pilihan Ganda

20

Peserta didik dapat menjelaskan langkah kerja pemisahan praktik campuran dalam pembuatan VCO

Praktik Metode Pemihasan Campuran

MOT

Pilihan Majemuk

21

Peserta didik dapat menentukan jumlah langkah kerja praktik pemisahan campuran dalam pembuatan VCO

Praktik Metode Pemihasan Campuran

MOT

Pilihan Ganda

22

Peserta didik dapat menjelaskan metode pemisahan campuran yang dilakukan dalam pembuatan VCO

Praktik Metode Pemihasan Campuran

MOT

Pilihan Ganda

23

Disajikan fenomena sekitar, peserta didik dapat menentukan jenis pencemaran lingkungan

Pencemaran Lingkungan

MOT

Pilihan Ganda

24

Disajikan gambar pencemaran lingkungan, peserta didik dapat menjelaskan penyebab pencemaran yang terjadi

Penyebab Pencemaran Lingkungan

MOT

Pilihan Ganda

25

Disajikan fenomena alam, peserta didik dapat menjelaskan dampak pencemaran yang terjadi

Dampak Pencemaran Lingkungan

MOT

Pilihan Ganda

26

Disajikan grafik pertumbuhan pendukuk dari tahun ke tahun, peserta didik dapat menganalisis dampak kualitas lingkungan

Dampak Pencemaran Lingkungan

HOT

Pilihan Ganda

27

Disajikan gambar pencemaran lingkungan, peserta didik dapat memberikan solusi terkait pencemaran yang terjadi

Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

HOT

Pilihan Ganda

28

Disajikan gambar pencemaran lingkungan, peserta didik dapat memberikan solusi terkait pencemaran yang terjadi

Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

HOT

Pilihan Ganda

29

Disajikan solusi dalam menanggulangi pencemaran lingkungan, peserta didik dapat menjelaskan tujuan dari solusi tersebut

Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

MOT

Pilihan Ganda

30

Disajikan data tentang kualitas air di Indonesia, peserta didik dapat memberikan solusi dalam mengatasi pencemaran lingkungan tersebut

Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

HOT

Pilihan Ganda



Keterangan:

LOT                 : Low Order Thinking Skill
MOT                : Middle Order Thinking Skill
HOT                : High Order Thinking Skill

Pilihan Ganda      : Pilihan salah satu jawaban benar 
Pilihan Majemuk  : Pilihan jawaban benar lebih dari satu