Minggu, 13 Januari 2019

BELAJAR TENTANG BAGAIMANA CARA BELAJAR




Belajar sudah tidak asing lagi bagi semua orang, khususnya pada siswa. Semua orang bisa belajar dengan mudahnya bisa lewat membaca, mendengarkan penjelasan guru, menjawab pertanyaan, mencatat hal-hal penting, dan masih banyak lagi. Dari semua itu apakah sudah ada yang efektif? Jangan-jangan mengerti saat itu saja, kemudian besok dan seterusnya lupa. Perlu diketahui bersama belajar itu sesungguhnya bukan untuk hari ini, atau untuk waktu-waktu tertentu melainkan untuk ke depannya. Maka dari itu perlu adanya cara belajar agar bisa menjadi ingatan jangka panjang tanpa membosankan.

Sebelum itu lakukanlah hal ini sejenak. Pejamkan mata kita, kemudian bayangkan kertas putih kosong dan bayangkan apel dikertas tersebut. (Lakukan sekarang).

Di manakah kita membayangkan apel tersebut? Di sebelah kanan atas? Di kiri bawah? Di tengah-tengah? Apakah gambar apel berwarna atau hitam putih? Cenderung orang akan membayangkan berbagai hal di pusat. Walaupun di atas suruhannya hanya apel pasti yang kita dipikirkan adalah buah apel dan bukan tulisan apel.

Bila sebelumnya kita pernah berpergian ke rumah teman atau ke tempat tertentu cenderung kita mengingat simbol-simbol seperti perempatan, pertigaan, warung tertentu, tiang listrik, warna gerbang dan lain-lain. Walaupun sebelumnya kita sempat melihat nama jalan atau gang serta nomor rumah yang kita tuju. Tapi simbol itulah yang membuat kalian memiliki ingatan jangka panjang.  Begitulah otak menyimpan informasi dan secara alamiah, cara belajar yang terbaik bekerja seiring dengan cara kerja otak sehingga tidak bertentangan dengannya.

Membuat catatan ketika belajar penting tapi, membuat catatan yang efektif itu yang terpenting. Peta pikiran merupakan solusi dari cara mencatat yang masih keliru. Melalui peta pikiran kita akan menggunakan pendekatan keseluruhan otak dan membuat catatan dalam satu halaman. Otak sering mengingat informasi dalam bentuk gambar, warna, simbol, dan bentuk. Peta pikiran menggabungkan hal tersebut dengan pemahaman atau materi yang dibelajarkan. Ini jauh lebih mudah daripada metode pencatatan konvensional. Karena menggunakan kemampuan kedua belahan otak, yaitu otak kiri tentang pengetahauan atau materi yang dipelajari dan dikuatkan oleh otak kanan dengan seni kreatifitas yaitu warna, simbol, bentuk, dan gambar.

Cara ini sungguh menyenangkan dan membangkitkan kreatifitas kita bagaimana menerjemahkan beberapa materi dengan mengunakan simbol-simbol yang menarik sesuai dengan yang kita inginkan. Sehingga pikiran tidak akan menjadi mandeg atau buntu.

Membuat peta pikiran sesungguhnya tidak sesulit yang kita bayangkan. Inilah beberapa poin utama yang perlu kita perhatikan dalam membuat peta pikiran. 1) Gunakan alat tulis berwarna; 2) mulailah dari bagian tengah kertas; 3) tuliskan gagasan utama pada tengah-tengah kertas; 4) tambahkan cabang-cabang dari gagasan utama; 4) tuliskan kata kunci disetiap cabang; 5) tambahkan simbol-simbol dan ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik.

Beberapa contoh simbol atau ilustrasi yang mudah diingat yaitu, tanda seru menyatakan hal penting, tulis dengan huruf tebal atau kapital, tanda panah bisa menyatakan meningkat, menurun, atau hubungan, dan gambar-gambar yang kita ciptakan menunjukkan hal-hal atau gagasan tertentu.

Dibawah ini merupakan peta pikiran yang dibuat oleh siswa SMP kelas VII. Dilihat dari hasilnya sudah nampak bahwa inilah yang dimaksud peta pikiran. Tidak terlalu didominasi oleh tulisan melainkan kaya akan simbol, warna, bentuk, dan gambar.

 Karya: Intan Ayu Wulandari


 Karya: Muli Anggarani


Awalnya cepat lupa dan menganggap diri tidak pandai mengingat detail. Tunggu apa lagi ayo segera beralih keteknik mencatat dengan peta pikiran. Masih bingung atau kurang memahami silakan konsultasikan dengan yang ahli atau cari contoh lain peta pikiran dimedia internet. Jika peta pikiran sudah anda terapkan, maka jangan heran pada diri anda karena mengingat hampir sebagian besar atau bahkan semua yang anda catat. Karena sesungguhnya semua dilakukan sesuai atas dasar kerjasama dengan otak dan bisa dikatakan pikiranmu yang dipetakan, jadi tidak mungkin mandeg dan tersesat ketika mengingat. Secara alamiah sudah  dapat diikuti oleh otak kita.