Senin, 03 Oktober 2022

FILOSOFI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA “MESRA BELAJAR IPA”


FILOSOFI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

“MESRA BELAJAR IPA”

 

  1. LATAR BELAKANG

 

Percaya tentang siswa bahwa siswa itu beragam baik potensi dan karakter mereka. Karena dua hal ini telah mereka miliki sejak lahir. Siswa juga memiliki keunikan-keunikan yaitu diantaranya cara belajar serta dalam hal merepresentasikan hasil belajarnya. Siswa bukan ibarat kertas kosong karena sejak lahir telah ada potensi dalam diri anak. Tentu dengan Pendidikan yang bermutu menjadikan potensi tersebut semakin nampak dan maksimal.

Pembelajaran sebelumnya yaitu cenderung kurang memperhatikan potensi dan karakteristik anak. Secara umum pembelajaran yang dilakukan belum menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Sehingga berdampak kurang dalam mewujudkan merdeka belajar karena pembelajaran masih didominasi oleh intruksi dari guru. Seperti dalam merepresentasikan hasil belajar guru menugaskan murid semuanya mengerjakan dalam bentuk peta konsep dan tidak ada kebebasan dalam merefleksikan hasil belajar. Pada akhirnya menjadi tidak maksimal dalam mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu guru menuntu kondrat alam dan zaman pada setiap anak.

Implementasi filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara di sekolah guru hendaknya memberikan kebebasan dalam belajar artinya berpihak kepada anak, menciptakan kesanangan dalam hal menumbuhkan minat belajar murid dan menumbuhkan inovasi serta kreativitas murid melalui berkarya dalam representasikan hasil belajarnya. Berdasarkan hal tersebut penulis merancang aksi nyata dengan judul “Mesra Belajar IPA”. Mesra merupakan akronim dari Merdeka Senang Kreatif dengan konsep 3N (Niteni, Niroke, Nambahi).

Sehingga melalui aksi Mesra Belajar IPA yaitu pembelajaran yang berpihak pada anak dengan proses pembelajaran yang merdeka, menyenangkan dan kreatif, penulis dapat menerapkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara di kelas.

 

 

 

  1. TUJUAN

Adapun tujuan dari aksi nyata Mesra Belajar IPA adalah sebagai berikut.

1.       Mewujudkan merdeka belajar yang berpihak pada murid;

2.      Menciptakan kesenangan belajar untuk menumbuhkan minat belajar murid;

3.      Menumbuhkan kreativitas murid melalui berkarya dalam representasikan hasil belajar.

 

 

  1. TOLOK UKUR

Adapun tolok ukur dari aksi nyata Mesra Belajar IPA adalah sebagai berikut.

1.       Murid mampu merepresentasikan hasil belajar sehingga terdapat karya yang beragam sesuai dengan kenginanya;

2.      Melalui kegiatan refleksi yang dilakukan penulis, murid terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan kuis pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games online;

3.      Murid secara kreatif menciptakan karya terbaiknya dalam representasikan hasil belajarnya.

 

 

  1. LINI MASA

Mesra Belajar IPA adalah rangkaian kegiatan proses pembelajaran yang berpihak pada murid dengan konsep 3N (Niteni, Niroke, dan Nambahi). Merdeka yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid, senang yaitu menyenangkkan karena sesuai dengan kebutuhan murid, dan kreatif dalam representasikan hasil belajar.

Wujudkan konep Niteni (mengamati) yaitu guru melakukan asesmen diagnostik non-kognitif yang disusun melalui fitur googel formulir yang bertujuan untuk mengetahui kondisi awal setiap peserta didik dalam mengikuti rangkaian proses pembelajaran. Serta merubah instruksi-instruksi dalam proses pembelajaran menjadi sebuah kesepakatan. Sebagai siswa tentu dalam memuliai proses pembelajaran melakukan kegiatan mengamati baik dari peristiwa nyata yang pernah di alami serta media yang termuat dalam modul. Hasil analisis dari asesmen diagnostik non-koginitif adalah telah menunjukkan keberagaman kebutuhan belajar anak. Guru memfasilitasi kebutuhan belajar anak melalui Vicon baik di awal di tengah atau di akhir pembelajaran. Serta memfasilitasi kegiatan pendampingan dan diskusi secara asinkronus melalui google classroom dan media sosial dengan mempertimbangkan waktu belajar yang flesibel.

Wujudkan konsep Niroke (meniru) guru tentu menjadi teladan dalam berperilaku, sopan santun dalam berkomunikasi. Guru juga menggunakan berbagai fitur belajar yang kreatif seperti canva, fitur pada google for educations, padlet, dan games sebagai wujud pembelajaran yang menyenangkan.

Wujudkan konsep Nambahi (menambahkan) yaitu siswa merdeka dan kreatif dalam merepresentasikan hasil belajar. Sebagai contoh kegiatan pembelajaran murid dalam mengidentifikasi hasilnya begitu beragam seperti poster, peta konsep, dan diagram.

 

 

  1. DUKUNGAN

Dukungan dalam aksi nyata ini adalah melalui fitur google suite for education sebagai sarana dalam memfasilitasi proses pembelajaran yang kreatif. Berbagai fitur games seperti Blooket dalam penyajian kuis yang menarik dan menyenangkan. Murid kelas 9A di SMP Negeri 2 Pekutatan sebagai kelas eksperimen dari aksi nyata Mesra Belajar IPA.

 

 

  1. REFLEKSI

Adapun refleksi Mesra Belajar IPA yang penulis lakukan sebagai berikut.

1.       Murid mencapai merdeka belajar;

2.      Murid kreatif dalam menciptakan ide dalam berkarya;

3.      Murid menyenangkan karena kebutuhan belajar di fasilitasi;

4.      Senang menerapkan Mesra Belajar IPA sebagai wujud pembelajaran yang berpihak pada anak.

 

 

  1. DOKUMENTASI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar